Saturday, 9 March 2013

Information Systems in Multinational Company

Perusahaan Multinasional (Multinational Company-MNC) adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, bangsa, dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan yang tersebar secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijakan, dan prosedur sendiri. Oleh karena itu perlu koodinasi dalam MNC, kuntungan dari berkoordinasi ini adalah:
1. Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing diberbagai negara dan pasar
2. Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia.
3. Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai negara
4. Pengurangan keseluruhan biaya operasional
5. Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
Namun, masih terdapat kendala dalam pengaplikasiannya, permasalahan yang mungkin timbul dalam sistem informasi global multinational corporations adalah:
1. Kendala Politis
2. Pembatasan pembelian dan import perangkat keras.
3. Pembatasan pemroresan data
4. Pembatasan Komunikasi data
5. Permasalahan teknologi

Knowledge Management

Knowledge Management adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisa, mengorganisir, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi. Fokus dari KM adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan. KM membutuhkan perubahan pengetahuan personal menjadi pengetahuan perusahaan yang bisa secara luas dibagikan melalui sebuah organisasi dan diaplikasikan dengan tepat. Tidak ada pengertian tunggal mengenai KM, KM telah didefinisikan dalam berbagai cara, tapi pada umumnya berhubungan dengan membuka dan menyebarkan pengetahuan individu sehingga pengetahuan ini bisa menjadi sumber daya organisasi.

Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning  atau sering disingkat ERP adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan perencanaan, manajemen, dan penggunaan semua sumber daya  ke dalam sebuah organisasi. Tujuan utama implementasi ERP adalah untuk melakukan optimalisasi kerja fungsionalitas sebuah organisasi dan memungkinkan dilakukannya percepatan arus informasi dari satu bagian fungsional ke bagian lainnya.

ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan pengembangan dari MRP II (Manufacturing Resource Planning), yang secara moledular dapat menangani proses manufaktur, logistic, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan,  invoice  dan akuntansi perusahaan. Sehingga sistem ini dapat mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualiatas dan sumber daya manusia. Sementara  MRP II merupakan pengembangan dari MRP (Material Requirement Planning) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.

ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.

Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu Sistem Finansial, Sistem Distribusi, Sistem Manufaktur, dan Sistem Human Resource. Contoh sistem ERP komersial antara lain SAP, Baan, Oracle, IFS, Peoplesoft dan JD. Edwards. Salah satu sistem ERP open source yang populer sekarang ini adalah Compiere. Selain itu, ada juga software ERP lainnya seperti Dynamics AX, MFGPro, Protean, Magic, aLTiUs, Onesoft, ELLIPS, AGRESSO, INTACS, dan EuClid System.

Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventori (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat‘machine fault’ dll. Di negara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadai pun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumber daya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan (service) untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory, dsb.


Manfaat dari penggunaan ERP bagi perusahaan yaitu:
-      Otomatisasi dan integrasi proses bisnis
-      Membagi  database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise
-      Menghasilkan informasi yang real-time
-      Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan